Kamis, 06 Maret 2014

Pos Indonesia Bidik Laba Rp 67 M dari Bisnis Properti


KANTOR POS SINJAI - PT Pos Indonesia (Persero) memasang target laba bersih dari bisnis properti tahun 2014 mencapai Rp 67 miliar. 

"Mulai tahun ini (2014) Pos Indonesia sudah mendirikan anak usaha bidang properti yaitu PT Pos Properti. Tahun pertama kami perkirakan pendapatan bisa mencapai sekitar Rp 640 miliar," kata Direktur Ritel dan Properti Pos Indonesia, Setyo Ryanto, pada acara peluncuran perangko seri Tahun Kuda 2014 di Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut Setyo, salah satu bisnis baru Pos Indonesia adalah sektor properti, seperti pengelolaan gedung, termasuk pembangunan hotel.
Pos Properti akan mengoptimalkan seluruh aset-aset induk perusahaan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Saat ini Pos Properti sudah mengembangkan tiga properti yaitu Graha Pos Indonesia sebagai "Building Management", dan dua unit hotel bernama Hotel Expost di Jalan Pahlawan Bandung (eks Kantor Area V Jabar) dan Jalan Cihampelas Bandung (eks Mess Pos/KPC Cicendo) yang dijadwalkan rampung awal tahun 2015.
"Dalam lima tahun ke depan, kami juga menambah jumlah hotel sebanyak 10 hotel yang berlokasi antara lain di Makassar, Manado, Denpasar, Surabaya, Medan, Palembang," ujarnya.

Selain hotel, tambah Setyo, Pos Properti juga mengelola "convention hall" di lokasi-lokasi strategis milik Pos Indonesia.

Hotel yang dikembangkan Pos Properti berbintang 4 dan 5 yang bekerja sama dengan jaringan hotel, Premeir Inn (Inggris), dan Dafam Hotel.
Ia menambahkan, untuk mendukung rencana pengembangan hotel dan properti tersebut, perusahaan sudah memperoleh modal usaha sebesar Rp 100 miliar yang disetor saat pendirian perusahaan pada 31 Januari 2014.

"Khusus belanja modal (capex) 2014, dana yang dialokasikan sekitar Rp 82 miliar. Sejumlah bank seperti Bank BTN sudah komitmen untuk membiayai sebagian besar dana capex tersebut," tuturnya seperti dikutip Antara.

Pos Properti Indonesia memiliki tiga program pengembangan, yaitu jangka pendek melakukan pengembangan aset potensial dengan cara pengembangan sendiri sendiri.
Jangka menengah Pos Properti akan mengoptimalkan seluruh aset-aset induk perusahaan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, dan jangka panjang pengembangan set-aset melalui kerja sama maupun pengembangan sendiri (menjadi developer), pengembangan usaha properti management untuk pasar internal, dan pengembangan management untuk pasar eksternal.

Saat ini dari sekitar 2.200 unit aset berupa gedung, sebanyak 200 titik di antaranya sudah diverifikasi. Banyak aset Pos Indonesia yang underutilisasi, sehingga akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk mendorong bisnis perseroan.

Sumber : BeritaSatu.Com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Beranda | Lacak Kiriman | Kontak Kami